PENYULUHAN TENTANG MKJP (METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG) KEPADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) RW 1 WONOKROMO
Keluarga Berencana menjadi permasalahan utama di RW 1 karena banyaknya persentase tidak menggunakan kontrasepsi. Dari data sampel 100KK disurvei 50 Pasangan Usia Subur (PUS) yang tidak menggunakan kontrasepsi. Dilakukannya penyuluhan ini dengan maksud memberi edukasi serta gambaran kepada masyarakat pentingnya Program KB.MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) merupakan hal yang berkesan jika dipaparkan di RW 1 ini, karena banyaknya keluhan warga takut ber KB karena efek samping yang berdampak pada berat badan, perubahan warna kulit, dll. Ketakutan tersebut membuat para PUS tidak ber KB. Dari data yang di peroleh, tidak hanya takut dengan efek samping KB namun kurangnya pengetahuan; tingkat pendidikan; pasangan; pekerjaan; dan status ekonomi. Rendahnya penggunaan MKJP dapat berpengaruh pada tingginya angka kelahiran dan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Dampak negatif yang lain adalah, apabila orang tua dengan anak banyak tidak dapat mengasuh secara optimal maka akan menghasilkan generasi yang kurang berkualitas.
Kegiatan Penyuluhan dilaksanakan pada Hari Kamis, 5 Juni 2025 pada pukul 09.40 WIB oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Program Studi D-III Kebidanan.
Penyuluhan tentang MKJP berlangsung di Balai RW yang bertemakan MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dengan metode ceramah dan tanya jawab pada sasaran Pasangan Usia Subur (PUS). Penyuluhan berjalan sesuai rowndown meskipun ada kesalahan pada leaflet yang telah kami berikan (kesalahan cetak), namun tidak menghambat acara tersebut. Dari penyuluhan ini dilihat dari tanya jawab sasaran bertanya dan memberikan feedback kepada pemateri. Penyuluhan ditutup dengan pemberian doorprize kepada audiens yang berani mengajukan pertanyaan dan dokumentasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar