PENTINGNYA POSYANDU BAGI KESEHATAN REMAJA DI RW 5 WONOKROMO
Kesehatan remaja merupakan kondisi kesehatan dan
kesejahteraan individu pada masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa,
yang meliputi berbagai aspek fisik, psikologis, dan sosial. Kesehatan remaja
seringkali menjadi fokus penting karena pada masa ini terjadi perubahan
signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pertumbuhan fisik,
perkembangan kognitif, dan perubahan psikososial.
Sasaran utama pemeriksaan ini adalah para remaja terutama
remaja perempuan, dikarenakan remaja perempuan yang telah mengalami masa
pubertas merupakan individu yang rentan terhadap beberapa resiko penyakit,
seperti kekurangan zat besi (anemia), kurang tinggi badan (stunting), kurang
energi kronis (kurus), kegemukan atau obesitas, gangguan kesehatan mental
(depresi, kecemasan), dikarenakan permasalahan ini merupakan masalah wanita,
maka tugas bidan sebagai sahabat wanita adalah menjadi garda terdepan dalam hal
ini. Bidan harus mampu mengedukasi para remaja untuk melakukan pemeriksaan
kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Di RW 5 Wonokromo sebagian besar remaja tidak mengikuti
posyandu secara rutin dikarenakan bersamaan dengan jadwal sekolah dan beberapa
alasan lainnya, yang dapat mengakibatkan rendahnya deteksi dini resiko anemia,
perkembangan pubertas, dan kekurangan gizi pada remaja. Untuk membantu
menyelesaikan permasalahan ini Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Prodi D-III
Kebidanan mengadakan PKL Komunitas yang dibagi beberapa RW di Wonokromo, waktu
pelaksanaan selama 3 minggu (26 Mei-13 Juni 2025). Pada artikel ini membahas
permasalahan dan rencana tindak lanjut yang dilakukan di RW 5 Wonokromo.
Pada PKL Komunitas ini tugas kami adalah menganalisis data
sekunder melalui kader, selain itu kami mengikuti beberapa kegiatan rutin yang
diadakan di RW tersebut, seperti SOTH dan senam lansia, dari pendataan tersebut
didapatkan hasil sebagian besar remaja di RW 5 Wonokromo tidak melakukan
pemeriksaan kesehatan ke faskes terdekat dikarenakan beberapa alasan, seperti
bersamaan dengan jadwal sekolah dan beberapa alasan lainnya.
Setelah berdiskusi dengan kader terkait permasalahan
tersebut, langkah selanjutnya kami melakukan intervensi melalui penyuluhan
secara door to door yang bertujuan agar edukasi yang dilakukan
lebih intens antara pemberi dan penerima edukasi. Dalam pelaksanaan edukasi ini
kami menggunakan media informasi leaflet dan brosur, media ini berisi informasi
tentang pentingnya posyandu bagi kesehatan remaja. Kami memberikan edukasi
tentang pemeriksaan rutin di posyandu atau faskes seperti pemeriksaan Hb,
tekanan darah, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, konsultasi
gizi dan pubertas.
Evaluasi dari pelaksanaan edukasi ini adalah para remaja
mengerti pentingnya pemeriksaan kesehatan guna menghindari beberapa resiko
penyakit pada perempuan dan bersedia melakukan pemeriksaan di faskes terdekat.
Kami selaku mahasiswi kebidanan berharap para remaja yang telah mengalami masa
pubertas memiliki kesadaran diri untuk memeriksakan kesehatannya demi
menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar