Minggu, 29 Juni 2025

PKL KOMUNITAS D-III KEBIDANAN DI RW 3 WONOKROMO

 Kesadaran Warga Terhadap Bahaya Merokok

Abstract

Public awareness of the dangers of smoking is still a major challenge in Indonesia. Various community empowerment programs through Community Work Experience have been implemented to increase public understanding and awareness of the negative impacts of smoking. For example, the PERANGKO (Perangi Asap, Kurangi Rokok) program initiated by UNUSA D III Midwifery students in RW 03, Wonokromo sub-district, uses observation sheets to monitor smoking habits in households. In addition, the "Smoke-Free Village" program in RW 03, Wonokromo sub-district, has succeeded in creating a healthier environment by involving residents in making rules to reduce smoking in public areas. In RW 03, Wonokromo sub-district, health literacy activities that actively involve the community have shown an increase in understanding of the dangers of smoking and electronic cigarettes. Similar counseling was also carried out in RW 1, 8, 4, and 5, Wonokromo sub-district, Surabaya, which involved residents in interactive discussions about the impacts of smoking on health. The results of these initiatives show that community-based and participatory approaches are effective in raising awareness and changing people's behavior regarding smoking habits.

Keywords: Public awareness, Dangers of smoking, Community PKL Program, Community empowerment, Smoke-free environment, Health literacy, Clean and healthy living behavior (PHBS), Public health interventions.

Abstrak

Kesadaran masyarakat terhadap bahaya merokok masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui PKL Komunitas telah dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga mengenai dampak negatif merokok. Contohnya, program PERANGKO (Perangi Asap, Kurangi Rokok) yang diinisiasi oleh mahasiswa D III Kebidanan UNUSA di RW 03, kecamatan Wonokromo, menggunakan media lembar observasi untuk memantau pengurangan kebiasaan merokok dalam rumah tangga. Selain itu, program "Kampung Bebas Asap Rokok" di RW 03, kecamatan Wonokromo, berhasil menciptakan lingkungan yang lebih sehat dengan melibatkan warga dalam pembuatan aturan kurangi merokok di area publik. Di RW 03, kecamatan Wonokromo, kegiatan literasi kesehatan yang melibatkan masyarakat secara aktif menunjukkan peningkatan pemahaman tentang bahaya merokok dan rokok elektronik. Penyuluhan serupa juga dilakukan di RW 1, 4, 5 dan 8, kecamatan Wonokromo, Surabaya, yang melibatkan warga dalam diskusi interaktif mengenai dampak merokok bagi kesehatan. Hasil dari berbagai inisiatif ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas dan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terkait kebiasaan merokok.

Kata Kunci: Kesadaran masyarakat, Bahaya merokok, Program PKL Komunitas, Pemberdayaan komunitas, Lingkungan bebas asap rokok, Literasi Kesehatan, Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Intervensi kesehatan masyarakat.

PENDAHULUAN

            Merokok merupakan salah satu penyebab utama berbagai penyakit kronis yang berdampak serius pada kesehatan masyarakat, seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan. Di Indonesia, merokok masih menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan, terutama di kalangan laki-laki dewasa. Menurut data dari Kementrian Kesehatan RI, prevalensi perokok aktif di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, bahkan meningkat di kalangan remaja. Meskipun informasi mengenai bahaya merokok telah banyak disosialisasikan melalui media massa, iklan layanan masyarakat, serta kebijakan larangan merokok di tempat umum, tingkat kesadaran warga terhadap risiko merokok masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pendekatan yang kontekstual dan partisipatif dalam upaya edukasi masyarakat.

            Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai inisiatif berbasis komunitas telah dilakukan, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh institusi pendidikan melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Komunitas. Program-program ini menyasar masyarakat secara langsung, dengan melibatkan warga dalam berbagai kegiatan edukatif dan kampanye hidup sehat yang menyoroti bahaya merokok. Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran warga karena mendorong partisipasi aktif dan dialog terbuka antara fasilitator dan masyarakat. Dengan menciptakan rasa kepemilikan atas perubahan perilaku, masyarakat menjadi lebih terbuka dalam menerima informasi dan termotivasi untuk mengurangi, bahkan berhenti merokok.

Artikel ini akan membahas berbagai contoh kegiatan PKL komunitas yang telah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, yang berfokus pada peningkatan kesadaran warga terhadap bahaya merokok. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi pendekatan-pendekatan yang efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari asap rokok.

METODE ANALISIS

            Metode analisis yang digunakan dalam penulisan artikel ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan menekankan pada telaah isi dari berbagai sumber data sekunder. Penulis menganalisis data dengan cara mengidentifikasi tema-tema utama dari setiap program atau kegiatan yang berkaitan dengan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya merokok. Setiap kegiatan ditelaah berdasarkan pendekatan yang digunakan (seperti edukasi langsung, penyuluhan, dan penyebaran leaflet), tingkat partisipasi masyarakat, serta dampak yang ditimbulkan. Selain itu, penulis juga membandingkan efektivitas pendekatan yang berbeda berdasarkan hasil yang dilaporkan dalam sumber berita atau dokumen resmi. Analisis ini bertujuan untuk menemukan pola umum dalam strategi pemberdayaan masyarakat, serta menyoroti praktik terbaik (best practices) yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan program serupa di wilayah lain.

HASIL DAN PEMBAHASAN

            Pembahasan dalam artikel ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas memiliki efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya merokok. Program-program seperti PERANGKO (Perangi Asap, Kurangi Rokok) di RW 03, Kampung Bebas Asap Rokok di Wonokromo, dan edukasi kesehatan di RW 1, 4, 5, dan 8, kecamatan Wonokromo, menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan secara partisipatif mampu mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat. Keterlibatan langsung warga dalam kegiatan seperti penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembuatan leaflet menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga lingkungan bebas asap rokok. Selain itu, penggunaan media yang sederhana namun kontekstual, seperti lembar observasi untuk memantau pengurangan kebiasaan merokok dan leaflet bahaya merokok, membuat pesan kesehatan lebih mudah dipahami dan diterima. Program ini juga menunjukkan bahwa edukasi yang tidak menggurui, melainkan mengajak warga berdialog dan menemukan solusi bersama, lebih efektif dalam membangun kesadaran. Dengan demikian, strategi pemberdayaan masyarakat yang mengutamakan komunikasi dua arah, keberlanjutan, dan pelibatan aktif warga terbukti berhasil dalam menumbuhkan kepedulian terhadap bahaya merokok serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat.

Dari hasil kegiatan-kegiatan tersebut, dapat diidentifikasi beberapa faktor kunci keberhasilan, yaitu:

1.   Partisipasi aktif masyarakat, di mana warga dilibatkan sejak perencanaan hingga evaluasi kegiatan.

2.   Metode pendekatan yang kontekstual, yakni menggunakan bahasa dan media yang sesuai dengan budaya serta kondisi sosial warga setempat.

3.   Fokus pada perubahan perilaku jangka panjang, bukan hanya pemberian informasi sesaat.

Secara keseluruhan, hasil dari berbagai kegiatan PKL komunitas ini menunjukkan bahwa edukasi tentang bahaya merokok akan lebih efektif jika dilakukan dengan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku terhadap kebiasaan merokok.

KESIMPULAN

        Kesadaran warga terhadap bahaya merokok dapat ditingkatkan secara signifikan melalui pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Berbagai program PKL komunitas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa metode edukasi yang kontekstual dan komunikatif, serta penggunaan media yang sesuai dengan kondisi lokal, lebih efektif daripada pendekatan penyuluhan satu arah. Keterlibatan warga sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan bebas asap rokok. Program-program seperti Kampung Bebas Asap Rokok di Surabaya berhasil mendorong perubahan perilaku merokok yang lebih sehat dan menumbuhkan kepedulian kolektif terhadap dampak rokok. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif menjadi strategi yang penting untuk menekan angka perokok dan melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

LAMPIRAN KEGIATAN

PKL KOMUNITAS D-III KEBIDANAN DI RW 1 WONOKROMO

PENYULUHAN TENTANG MKJP (METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG) KEPADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) RW 1 WONOKROMO

Keluarga Berencana menjadi permasalahan utama di RW 1 karena banyaknya persentase tidak menggunakan kontrasepsi. Dari data sampel 100KK disurvei 50 Pasangan Usia Subur (PUS) yang tidak menggunakan kontrasepsi. Dilakukannya penyuluhan ini dengan maksud memberi edukasi serta gambaran kepada masyarakat pentingnya Program KB.

MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) merupakan hal yang berkesan jika dipaparkan di RW 1 ini, karena banyaknya keluhan warga takut ber KB karena efek samping yang berdampak pada berat badan, perubahan warna kulit, dll. Ketakutan tersebut membuat para PUS tidak ber KB. Dari data yang di peroleh, tidak hanya takut dengan efek samping KB namun kurangnya pengetahuan; tingkat pendidikan; pasangan; pekerjaan; dan status ekonomi. Rendahnya penggunaan MKJP dapat berpengaruh pada tingginya angka kelahiran dan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Dampak negatif yang lain adalah, apabila orang tua dengan anak banyak tidak dapat mengasuh secara optimal maka akan menghasilkan generasi yang kurang berkualitas.

Kegiatan Penyuluhan dilaksanakan pada Hari Kamis, 5 Juni 2025 pada pukul 09.40 WIB oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Program Studi D-III Kebidanan.

Penyuluhan tentang MKJP berlangsung di Balai RW yang bertemakan MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dengan metode ceramah dan tanya jawab pada sasaran Pasangan Usia Subur (PUS). Penyuluhan berjalan sesuai rowndown meskipun ada kesalahan pada leaflet yang telah kami berikan (kesalahan cetak), namun tidak menghambat acara tersebut. Dari penyuluhan ini dilihat dari tanya jawab sasaran bertanya dan memberikan feedback kepada pemateri. Penyuluhan ditutup dengan pemberian doorprize kepada audiens yang berani mengajukan pertanyaan dan dokumentasi.

Minggu, 10 November 2024

Selamat Memperingati Hari Pahlawan Nasional

 


Halo Keluarga Kebidanan, Salam Mahasiswa!!

Tanggal 10 November diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang. Sejarah Hari Pahlawan mengacu pada peristiwa pertempuran dahsyat di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Perang tersebut berlangsung selama kurang lebih 3 minggu lamanya dan memakan puluhan ribu korban.

Hari Pahlawan dapat merujuk pada sejumlah peringatan hari pahlawan nasional di berbagai negara. Hari Pahlawan sering diselenggarakan pada hari kelahiran pahlawan nasional maupun peringatan peristiwa yang mengantarkan mereka legenda jadi pahlawan.

"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membuat secarik kain putih menjadi merah dan putih, selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga." - Bung Tomo

Selamat Hari Pahlawan 2024. Jangan sampai pengorbanan para pahlawan sia-sia, Mari kita bergandengan tangan untuk membuat Indonesia terus lebih baik🙌🏻


Minggu, 05 Mei 2024

Selamat Memperingati Hari Bidan Sedunia 2024

 

[Selamat Memperingati Hari Bidan Sedunia]

Halo keluarga kebidanan salam mahasiswa🙌🏻

Hari Bidan Sedunia atau International Day of the Midwife (IDM) dirayakan setiap tanggal 5 Mei setiap tahunnya. Hari Bidan Sedunia dirayakan sebagai bentuk penghomatan kepada profesi bidan yang selalu melayani masyarakat dalam kebidanan dan ginekologi. Melansir dari laman Kementerian Kesehatan, penetapan tanggal 5 Mei sebagai Hari Bidan Sedunia sudah dimulai sejak tahun 80-an, tetapi secara formal diresmikan pada tahun 1992. Salah satu tujuan diperingatinya Hari Bidan Sedunia ini adalah untuk mengkampanyekan peran penting bidan dalam kehidupan manusia.

Selain itu, Hari Bidan Sedunia juga dimanfaatkan sebagai tolak ukur peningkatan kualitas bidan yang ada saat ini di mana bidan memiliki peran yang sangat penting tidak hanya untuk wanita hamil tetapi juga untuk keluarga Indonesia.

Bidan adalah penyedia layanan kesehatan yang menangani kehamilan, persalinan, perawatan bayi baru lahir, dan kesehatan pasca persalinan. Beberapa bidan memberikan perawatan reproduksi rutin seperti pemeriksaan panggul, atau konseling tentang pengendalian kelahiran. 

"Jasamu tak ternilai, Bidan. Selamat Hari Bidan Sedunia 2024! Sehat dan semangat selalu dalam menjalankan tugas mulia."

Sabtu, 30 Maret 2024

MEMPERINGATI NUZULUL QUR’AN “JADIKAN NUZULUL QURAN 1445 H SEBAGAI LANGKAH AWAL MEMBANGUN GENERASI YANG CINTA AL QURAN DAN MENELADANI AKHLAK MULIA RASULULLAH SAW"



Surabaya Himpunan Mahasiswa (Hima) Wirdhan Prodi D3 Kebidanan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) mengadakan Khotmil Quran dan Kajian Nuzulul Quran dengan tema “Jadikan NUZULUL QURAN 1445 H Sebagai Langkah Awal Membangun Generasi Yang Cinta Al Quran Dan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW”digelar secara daring melalui aplikasi Zoom dan Youtube Hima Wirdhan. Acara ini diikuti sekitar 50 orang peserta, Kajian Nuzulul Quran ini menghadirkan narasumber Dr.Muhammad Syaikhon,SHI.,MHI.


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Muslim. Salah satunya karena adanya peristiwa bersejarah yang dikenal dengan sebutan Nuzulul Quran.Malam Nuzulul Quran merupakan peristiwa dimana Kitab Suci Al-Quran, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Menurut Al-Quran, peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan 610 M.Pada Ramadhan 2024, malam Nuzulul Qur'an jatuh pada malam ini Kamis, 28 Maret 2024.


Hari itu, 17 Ramadhan 610 M, Nabi Muhammad SAW yang berusia 40 tahun sedang menyendiri di Gua Hira. Tiba-tiba sosok asing dan besar menghampirinya. Sosok tersebut adalah Malaikat Jibril.Tubuh Rasulullah SAW bergetar karena terkejut dan ketakutan dengan kehadiran Malaikat Jibril. Malaikat Jibril pun memeluk Rasulullah yang gemetar kemudian mengucapkan kata "Iqra" sebanyak tiga kali. Kata "iqra" ini memiliki makna "bacalah".Rasulullah yang ketakutan pun menjawab "Aku belum mengenal bacaan,". Kemudian, Malaikat Jibril pun melanjutkan perkataannya dengan ayat Al-Alaq 1-5 yang berbunyi:Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Surat Al-Alaq ini pun menjadi wahyu pertama sekaligus surat pertama di dalam Al-Quran yang disampaikan kepada Rasulullah SAW. Al-Quran kemudian diturunkan ke bumi secara bertahap selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari dan menjadi pedoman hidup umat Muslim hingga saat ini.


Adapun keistimewaan Nuzulul Quran yaitu sebagai berikut:

1.Keistimewaan Nuzulul Quran yang pertama adalah peristiwa ini telah menguatkan hati Rasulullah SAW dan para sahabat untuk terus berjuang dalam berdakwah dan menyebarkan agama Islam kepada semua orang. Meskipun saat itu, Rasul dan para sahabat banyak mendapat cemoohan, ejekan, hinaan serta siksaan dari pembenci Islam.

2.Keistimewaan selanjutnya adalah Nuzulul Quran merupakan sebuah tantangan serta pertolongan dari Allah SWT untuk umat muslim untuk terus berjuang dijalan Allah SWT dan mengharap ridho Allah SWT.

3.Nuzulul Quran juga memiliki keistimewaan di mana ia merupakan peristiwa turunnya wahyu Allah yang berupa Al Quran sebagai pedoman hidup dan jawaban atas segala pertanyaan manusia mengenai berbagai hal mulai dari fiqih, hukum hingga hal lain yang sangat penting.


Minggu, 28 Januari 2024

KUPRAK (Kuliah Bareng Praktisi) BIDAN TANGGUH SIAP MENGHADAPI PERKEMBANGAN ZAMAN DENGAN ENTERPRENEUR









Surabaya – Himpunan Mahasiswa (Hima) Wirdhan Prodi D3 Kebidanan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) mengadakan kuliah pakar dengan tema Siap menghadapi perkembangan zaman dengan entrepreneur digelar secara daring melalui aplikasi Zoom dan Youtube Hima Wirdhan. Acara ini diikuti sekitar 300 orang peserta, Kuliah pakar ini menghadirkan narasumber Heppy Astuti,S.keb.,Bd yang merupakan Motion Bidan tangguh

Dengan adanya Perkembangan teknologi dan informasi di era digital sekarang ini, sehingga betapa pentingnya kita sebagai Mahasiswa memberikan wadah edukasi mengenai perkembangan zaman saat ini dan harus menggunakan media yang menarik supaya Mahasiswa/Mahasiswa dapat tertarik mengikuti kuliah pakar. 

Kaprodi D3 Kebidanan unusa Fritria Dwi Anggraeni SST,M.KES mengungkapkan promosi kesehatan itu merupakan suatu sarana atau upaya untuk menampilkan pesan yang ingin disampaikan komunikator. Sehingga bisa menambahkan pengetahuan, wawasan sikap dan perilaku kearah yang positif dangan menggunakan media sosial.

“Media yang dapat digunakan dalam penyampaian edukasi Perkembangan zaman bisa melalui media cetak, media elektronik, media ini sebenarnya sudah banyak digunakan, namun perlu inovasi yang di implementasikan. 

Sekarang ini penyampaian edukasi dalam bentuk animasi sangat bayak disukai semua kalangan baik anak-anak maupun orang dewasa,” ungkapnya

Dalam materi narasumber, Heppy Astuti,S,keb,.Bd memperkenalkan cara membuat media edukasi entrepreneur dengan menggunakan Sosial media seperti Instagram, youtube ,tiktok maupun Facebook. yang dapat mahasiswa/Masyarakat gunakan sebagai media promosi dan edukasi .

“Dalam menjalankan sebagai seorang entrepreneur membutuhkan kesabaran dan keahlian agar mendatangkan daya tarik seseorang yang ingin mengunjungi sosial media dan membeli barang atau prodak yang dipromosikan melewati sosial media. Hal ini yang perlu disiapkan untuk menjadi seorang entrepreneur. Ucap "Heppy Astuti"

Ibu Heppy Astuti menambahkan untuk bisa berkembang dalam media sosial itu harus sering Aktif dalam bersosial media untuk mengupgrate diri melalui video atau template edukasi yang kita buat. “Dari kegiatan kuliah pakar ini para peserta bisa menghadapi perkembangan zaman dengan entrepreneur ini sehingga nantinya dapat menghasilkan generasi Z yang memiliki jiwa entrepreneur ” terangnya. (Pembina Hima Wirdhan Esty Puji Rahayu, SST.,M.Kes

Sabtu, 09 Desember 2023

PELATIHAN DIGITAL MARKETING KEPADA WARGA SASARAN P2MD



PELATIHAN DIGITAL MARKETING KEPADA WARGA SASARAN P2MD

Rangkaian kegiatan yang ketiga dalam P2MD 2023 kami yaitu pelatihan digital marketing kepada warga sasaran yaitu kader beserta Masyarakat di kelurahan wonokromo yang memiliki usaha maupun memiliki minat untuk berwirausaha di bidang F&B. Dimana pada kegiatan ini kami bekerja sama dengan pakar digital marketing dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital UNUSA untuk memberikan materi tentang psikologi marketing. Pada kegiatan ini kami menjelaskan bagaimana cara memasarkan barang secara online di marketplace, serta kami memberikan tutorial membuat akun seller di marketplace tersebut.

Setelah memberikan materi tentang penjualan produk, dalam kegiatan ini kami memberikan bantuan alat berupa vacuum sealer, plastic vacuum, dan apron sebagai persiapan pengemasan produk GARASI sehingga produk menjadi lebih awet dan bisa dipasarkan, kami juga menjelaskan dan member contoh bagaimana cara menggunakan alat-alat tersebut.

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 09 Oktober 2023 di Balai RW 4 Kelurahan. Wonokromo yang dihadiri sekitar 40 orang kader dan Masyarakat berwirausaha. Dosen pembimbing juga turut mendampingi kegiatan kami mulai dari awal hinggga acara berakhir.

Senin, 27 November 2023

BAZAR UMKM P2MD MPASI FROZEN DI KELURAHAN WONOKROMO

 

Hima D3 Kebidanan melanjutkan dan mengembangkan Program GARASI serta berencana melakukan Optimalisasi GARASI (Gerai MPASI) dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengemasan dan pemasaran MPASI frozen. Dalam kegiatan ini kader dilatihuntuk mengolah, mengemas MPASI frozen serta melakukan pemasarannya dan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa wirausaha bagi kader maupun masyarakat yang telah diberipelatihan pengolahan MPASI. Setelah semua pelaku usaha terampil dalam pengemasan dan pemasaran produk MPASI frozen, kader bisa menjual berupa produk MPASI Frozen yang dikemas baik secara online maupun dijual langsung salah satunya.

Bazar UMKM ini dilakukan 2 kali. Pertama dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2023 di Balai RW 01 Kelurahan Wonokromo. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Surabaya yaitu Bapak Eri Cahyadi dan produk kami mendapat apresiasi dari beliau. Kegiatan ini tidak hanya menjual dari produk GARASI saja namun ada berbagai produk UMKM dari seluruh Kelurahan Wonokromo. 




Bazar UMKM yang kedua, dilasanakan pada tanggal 28 Oktober 2023 di RW 02 Wonokromo dan dihadiri oleh Lurah Wonokromo. Tidak hanya produk GARASI yang dipasarkan, namun berbagai UMKM di wilayah Wonokromo juga dipasarkan pada bazar ini. Selain kegiatan bazar, ada Senam Happy Family sehingga bazar lebih meriah dan ramai dikunjungi oleh warga.



KEGIATAN POSYANDU KELUARGA DALAM P2MD 2023

 


Kader di wilayah Wonokromo kota Surabaya melaksanakan kegiatan POSGA (Posyandu Keluarga) pada hari Sabtu 14 Oktober 2023, lebih tepatnya di POSGA TERATAI yang lokasi di jl Jetis Kulon VII. Ibu Mimien selaku ketua Kader di Wonokromo menjelaskan bahwa kader posyandu yang ada di Wonokromo ada 20 orang.

Dari jumlah bayi, balita, anak dan lansia ada sekitar 25 orang , pada kegiatan posyandu keluarga kali ini presentasi kehadirannya 70%. Ibu mimien juga menyampaikan bahwa ibu, bayi,  balita, dan lansia yang hadir dalam posga tersebut sangat antusias dan juga turut berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan dan imunisasi. 


Untuk kegiatan posyandu keluarga yang telah dilaksanakan di Jl Jetis Kulon VII ini bermacam-macam, mulai dari imunisasi, penimbangan bayi dan balita, cek tensi, cek tinggi badan, berat badan dan lingkar perut.

Dengan adanya kegiatan posga ini sangat mendukung untuk menyukseskan pemasaran produk GARASI berupa MPASI Frozeen dikonsumsi oleh balita yaitu ada Nugget Pisang dan Rolade Tahu, makanan tersebut sangat bergizi dan dapat mengurangi angka stunting pada balita di Wonokromo.

Sabtu, 25 November 2023

UNUSA 10 TAHUN BERDIRI TERAKREDITASI UNGGUL



Alhamdulillah, Pada 22 November 2023 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya mendapatkan akreditasi institusi UNGGUL dari BAN PT NO. SK/: 946/SK/BAN-PT/AK/PT/XI/2023. Akreditasi Institusi merupakan suatu proses penilaian untuk pengakuan kualitas pendidikan agar setiap institusi memiliki standar pendidikan yang berkualitas. Menurut Suardipa, & Pitriani (2020) Akreditasi Institusi adalah penilaian yang dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non-formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sebagai bentuk akuntabilitas publik yang dilakukan dilakukan secara obyektif, adil, transparan dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan. 


Persaingan di era globalisasi pada saat ini, menuntut setiap negara agar memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan melalui proses pendidikan. Akreditasi unggul ini sangat penting untuk citra diri bagi UNUSA untuk melakukan tata kelola Universitas lebih baik lagi kedepannya, dan ini menjadi apresiasi bahwa secara institusi, kualitas, serta performa kampus dalam pembelajarannya dan segala hal tata kelola dinilai sangat unggul. Kesuksesan dalam akreditasi bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi juga melibatkan kerja sama dengan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, termasuk Guru Besar, Dosen, staf universitas, Mahasiswa. 


Pelaksanaan akreditasi diharapkan dapat mendorong atau menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan pendidikan dan memberikan arahan untuk evaluasi diri yang berkelanjutan, serta sebagai perangsang untuk terus berusaha mencapai mutu yang diharapkan sehingga secara tidak langsung dapat menjamin mutu pendidikan.  Menjadi Kampus Unggulan merupakan impian setiap Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta. Unggul, dapat dilihat dari segi apapun mulai dari fasilitas kampus, pelayanan kampus, rating kampus, jumlah mahasiswanya, akreditasi dan lainnya. Tak hanya dari akreditasi kampusnya, namun peran mahasiswa dalam menjadikan kampus unggul juga bermanfaat agar kampusnya bermutu kualitas sumber daya manusia yang unggul. Peran mahasiswa dalam menciptakan Kampusnya menjadi Unggul dapat diwujudkan melalui prestasi prestasi baik akademik maupun non akademik yang diraihnya. Prestasi prestasi yang dicetak para mahasiswa membuat harum nama Instansi Pendidikan yang ia tempuh. Tak hanya sekedar harum, Kampus pun menjadi lebih dikenal atas pencapaian prestasi yang diraih mahasiswanya. Ketika kampus lebih dikenal oleh berbagai pihak, mereka akan menilai citra dan reputasi kampus tersebut positif serta berdedikasi tinggi. Tentunya dengan pandangan baik pihak eksternal akan mendorong calon calon mahasiswa untuk mengenal lebih tentang kampus tersebut. Setelah mengenal baik kampus unggulan tersebut, mereka akan cenderung berminat gabung ke dalam kampus itu dengan harapan dapat seperti mahasiswa mahasiswa yang berprestasi sehingga ia lebih termotivasi dan tergugah agar bisa mencetak kejuaran kejuaran dari berbagai kompetisi, serta olimpiade yang ada. Karena dari prestasi tersebutlah yang akan menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya mahasiswa UNUSA unggul. Oleh karena itu, mahasiswa unggul dapat menciptakan generasi unggul serta kampus yang unggul. Teruslah belajar dan mengasah, cetak prestasi agar dapat menjunjung tinggi nama baik kampus, dan mewujudkan Universitas yang UNGGUL dan berprestasi.

Jumat, 10 November 2023

SELAMAT HARI PAHLAWAN


Tanggal 10 November diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang. Sejarah Hari Pahlawan mengacu pada peristiwa pertempuran dahsyat di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Perang tersebut berlangsung selama kurang lebih 3 minggu lamanya dan memakan puluhan ribu korban.

Hari Pahlawan dapat merujuk pada sejumlah peringatan hari pahlawan nasional di berbagai negara. Hari Pahlawan sering diselenggarakan pada hari kelahiran pahlawan nasional maupun peringatan peristiwa yang mengantarkan mereka legenda jadi pahlawan.

"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membuat secarik kain putih menjadi merah dan putih, selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga." - Bung Tomo

Selamat Hari Pahlawan 2023. Jangan sampai pengorbanan para pahlawan sia-sia, Mari kita bergandengan tangan untuk membuat Indonesia terus lebih baik🙌🏻

 

#haripahlawan2023

#UNUSA

#D3KEBIDANAN

#2023

PKL KOMUNITAS D-III KEBIDANAN DI RW 5 WONOKROMO

  PENTINGNYA POSYANDU BAGI KESEHATAN REMAJA  DI RW 5 WONOKROMO Kesehatan remaja merupakan kondisi kesehatan dan kesejahteraan individu pad...